Saturday, February 20, 2021

Download Denver Developmental Screening Test II (Bahasa Indonesia)

Tes Denver II merupakan salah satu alat skrining untuk memantau perkembangan anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Sangat sulit untuk menemukan formulir tes Denver II dalam Bahasa Indonesia, kebanyakan kuesioner tes Denver II yang dapat diunduh masih dalam bentuk Bahasa Inggris. Terima kasih kepada dr. Narumi Hayakawa yang telah membuat ulang kuesioner tes Denver II dalam bahasa Indonesia dan dengan format yang lebih mudah untuk digunakan oleh orang tua di rumah. Silahkan kunjungi akun Instagram dr.Narumi @hayakawanaru untuk menghubungi lebih lanjut. Jika kalian berkenan, kalian juga bisa ikuti IG dr. Narumi karena banyak hal bermanfaat yang disharing di akun Instagramnya. Formulir Tes Denver II dalam bahasa indonesia dapat diunduh dengan klik ikon di bawah ini.



Download Button

Tuesday, February 9, 2021

Tempe vs Tahu, Mana yang Lebih Baik Untuk Anak?

soy

        Tempe dan tahu merupakan olahan produk kedelai yang menjadi salah satu sumber protein nabati utama masyarakat Indonesia. Menurut Bappenas, Indonesia menjadi negara produsen kacang kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% konsumsi kedelai di Indonesia dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain. Jadi tidak heran jika tempe dan tahu menjadi lauk yang populer dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, banyak orang mengkonsumsi tempe dan tahu sebagai pengganti daging karena kandungan proteinnya yang tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

Anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Tubuhnya memerlukan asupan makanan yang padat nutrisi untuk memaksimalkan dua fase penting tersebut . Memasukkan tempe atau tahu yang kaya gizi dalam diet anak tentu akan bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Lalu, manakah yang lebih unggul dari kedua bahan makanan tersebut untuk dikonsumsi oleh anak-anak? Mari kita simak ulasannya dari berbagai macam aspek.

 

Kandungan Zat Gizi Makro

Zat gizi makro merupakan produsen utama energi yang berperan penting pada keseluruhan proses pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi normal tubuh. Tempe dan tahu memiliki kandungan gizi makro yang cukup berbeda. Dalam jumlah berat yang sama, yakni 100 gram, tempe memiliki kandungan energi, protein, dan lemak lebih banyak dua kali lipat dibandingkan dengan tahu. Sedangkan untuk kandungan karbohidratnya, tempe bahkan mengandung lebih dari 10 kali lipat lebih banyak daripada tahu. Perbedaan kandungan zat gizi makro tempe dan tahu dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Sumber: Aplikasi Dietducate

Zat Gizi Mikro Yang Unggul

Zat gizi mikro sangat krusial bagi anak-anak karena perannya yang penting dalam proses metabolisme, pertumbuhan dan fungsi fisiologis. Walau zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah yang kecil, namun kecukupannya tidak boleh diabaikan terutama untuk anak-anak. Tidak ada satu pun bahan makanan yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh zat gizi mikro termasuk tempe dan tahu. Setiap bahan makanan memiliki beberapa zat gizi unggul yang berbeda satu sama lainnya. Tiga kandungan zat gizi mikro yang tertinggi pada tempe berturut-turut adalah seng/tembaga, vitamin B2, dan fosfor. Sedangkan tahu memiliki keunggulan pada kandungan fosfor, seng/tembaga, dan kalsium. Karena seng dan fosfor masuk dalam daftar zat gizi mikro yang unggul pada tempe maupun tahu, mari kita simak perbandingan keduanya lebih lanjut.

 

Seng/Tembaga

Seng adalah salah satu mineral esensial yang terpenting setelah besi. Anak-anak membutuhkan seng lebih banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan secara normal, melawan infeksi, dan penyembukan luka maupun penyakit diare. Anak-anak yang mengalami kekurangan seng dapat menjadi bertubuh pendek, mengalami keterlambatan kematangan seksual, mudah mengalami diare, serta penurunan fungsi imunitas. Tempe memiliki kandungan seng yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahu, yakni 1,7 mg vs 0,8 mg per 100 gr bahan makanan.

 

Fosfor

Fosfor merupakan mineral yang penting untuk pertumbuhan fisik anak. Fungsi utama fosfor adalah menjaga kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, fosfor juga berperan dalam meningkatkan proses pencernaan makanan dan pembuangan zat sisa metabolisme. Fosfor berkaitan erat dengan metabolisme tubuh yang berguna dalam peningkatan daya tahan tubuh. Kekurangan fosfor pada anak dapat mengganggu pertumbuhan linier anak. Kandungan fosfor pada tempe  (326 mg/100 gram) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahu (183 mg/100 gram).

 

Kandungan Senyawa Bioaktif Isoflavon


Kedelai berpotensi menjadi bahan pangan fungsional karena selain menjadi sumber protein juga mengandung senyawa bioaktif yakni isoflavon. Isoflavon adalah senyawa aktif golongan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal bebas. Manfaat isoflavon bagi kesehatan antara lain dapat meningkatkan kadar kolesterol "baik" High Density Lipoprotein (HDL), menurunkan kadar trigliserida dan Low Density Lipoprotein (LDL) atau yang biasa disebut dengan kolesterol jahat, mengurangi tekanan darah, mencegah penyakit kanker dan mencegah perkembangan sel-sel kanker, menurunkan obesitas, mencegah dari terjangkit penyakit jantung, serta mencegah diabetes mellitus. Konsumsi isoflavon pada masa anak-anak dapat membantu mencegah terjadi penyakit tidak menular (penyakit degeneratif) pada masa mendatang.

Sebagai produk olahan kedelai, tempe dan tahu memiliki kandungan isoflavon yang berbeda. Proses fermentasi pada pembuatan tempe membuat kandungan isoflavon pada tempe lebih tinggi dibandingkan dengan tahu. Tempe mengandung isoflavon sebanyak 43,52 mg/100 gram, sedangkan tahu mengandung sebanyak 22,70 mg/100 gram.

 

Kandungan Bakteri Probiotik

Walaupun tempe dan tahu sama-sama terbuat dari kacang kedelai, namun proses pembuatan kedua makanan tersebut berbeda. Tempe dibuat dengan cara difermentasi dengan menggunakan ragi (Rhizopus oligosporus). Berbeda dengan tempe, tahu dibuat dengan cara menambahkan zat penggumpal (koagulan) tanpa melalui fermentasi. Proses fermentasi dapat menghasilkan bakteri, atau yang biasa disebut dengan probiotik, yang baik untuk kesehatan flora usus. Dengan demikian, tempe menjadi salah satu sumber probiotik dalam diet masyarat Indonesia namun tidak dengan tahu.



Probiotik merupakan bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan. Mengkonsumsi sumber probiotik dapat membuat usus menjadi sehat, sehingga dapat menyerap nutrisi lebih maksimal. Dengan penyerapan nutrisi yang lebih maksimal, maka dapat mencegah terjadinya stunting pada anak. Selain itu, usus yang sehat dapat membantu meningkatkan imunitas dalam tubuh karena 80% imunitas tubuh berasal saluran cerna. Berbagai studi telah membuktikan probiotik dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit infeksi pada anak, seperti penyakit infeksi saluran cerna maupun infeksi saluran pernafasan. Probiotik juga dapat mengobati diare pada anak. Salah satu penanganan diare pada anak di rumah sakit adalah dengan pemberian bubur tempe yang mengandung probiotik sebagai terapi. Pemberian bubur tempe dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita satu episode diare akut. 


Kandungan Serat

    Serat merupakan salah satu karbohidrat kompleks yang bermanfaat bagi kesehatan usus dan mencegah terjadinya      penyakit degeneratif seperti kegemukan, peningkatan kolesterol, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan lain-lain. Serat dapat menjadi prebiotik, yakni sumber makanan bagi bakteri probiotik untuk tumbuh. Asupan serat pada anak penting untuk menurunkan resiko terjadinya penyakit tidak menular di masa depan. 

    Sumber utama serat adalah sayuran dan buah. Selain sayur dan buah, serat juga dapat diperoleh dari sumber karbohidrat dan protein. Tempe kedelai menjadi makanan mengandung serat tertinggi dari golongan sumber menghasilkan energi baik karbohidrat maupun protein. Kandungan serat pada 100 gram tempe kedelai sebanyak 1,4 gram. Bagaimana dengan tahu? Kandungan serat pada tahu tergolong rendah yakni 0,1 gram per 100 gram tahu.

 

Kesimpulan Tempe vs Tahu

Dengan kapasitas lambung anak-anak yang terbatas, konsumsi makanan dalam jumlah kecil namun padat gizi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Berdasarkan pemaparan berbagai aspek perbedaan tempe dan tahu diatas, dapat disimpulkan tempe lebih baik dibandingkan dengan tahu untuk dikonsumsi anak-anak. Tempe mengandung lebih tinggi zat gizi yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak dibandingkan dengan tahu. Tempe juga lebih banyak mengandung komponen penunjang lain yang bermanfaat bagi kesehatan dan taraf hidup anak seperti probiotik, prebiotik, dan senyawa bioaktif.

 

Referensi

  1. Hidayati, Nurul Maya, et.al. Peran Zink Terhadap Pertumbuhan Anak. 2019.
  2. Rienks, Johanna, et.al. Dietary Flavonoids Among Children And Adolescents in The Dortmund Nutriitional And Anthropometric Longitudinally Designed (DONALD) Study: Intake, Food Sources, And Trends From 1985 Until 2016. British Journal of Nutrition. 2020
  3. Widiyaningsih, Endang Nur. Peran Probiotik Untuk Kesehatan. Jurnal Kesehatan. 2011
  4. Hojsak, Iva. Probiotics in Children: What Is The Evidence?. Pediatr Gastroenterol Heaptol Nutr. 2017
  5. Yulianti, Rahmi, et.al., Kedelai sebagai Bahan Pangan Kaya Isoflafon. Buletin Palawija, 2018
  6. Sari, Dewi Kartika. Nurrohmah, Anjar. Bubur Tempe Membantu Penanganan Diare Pada Balita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2019
  7. Kusharto, Clara M. Serat Makanan dan Peranannya Bagi Kesehatan. Jurnal Pangan dan Gizi. 2006 
  8. Shofwah, Ufairoh Maliha, et.al,. Hubungan Asupan Serat dan Kecukupan Asupan Energi Pada Anak Sekolah Dasar Usia 8-12 Tahun di Surakarta. Jurnal Dunia Gizi. 2020
  9. Paramitha, Sandey Tantra. Optimalisasi Pemanfaatan Mineral Fosfor Dalam Membentuk Kesehatan Fisik Anak Usia Dini Melalui Reedukasi Keluarga. Jurnal Ilmu Keolahragaan. 2018



Thursday, January 28, 2021

Bismillah..


    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Hai ! Perkenalkan saya Puji Lestari, seorang ibu rumah tangga lulusan Magister Gizi Komunitas Universitas Indonesia. Saya juga alumni Universitas Brawijaya jurusan Gizi Kesehatan tahun 2010. Saat ini saya menjadi bagian dari @askyoudietitian.id sebagai content reviewer sekaligus content contributor. Saya memiliki ketertarikan dalam bidang gizi dan kesehatan, parenting, dan literasi dini. 

    Saya lahir dan besar di Kota ujung timur pulau Jawa yang terkenal dengan makanan khasnya suwar suwir, yaitu Jember. Eh, tidak bisa dibilang kota sih, karena secara administratif masih Kabupaten. Saya memiliki satu orang balita laki-laki bernama Uwais Al Qarni. Seorang anak istimewa dan kuat penyintas TBC yang melahirkan saya menjadi seorang ibu. Seseorang yang membuat saya mencintai dunia anak dan literasi dini yang saya minati saat ini. 

    Blog ini akan banyak memuat artikel kesehatan dan parenting yang berbasis ilmiah beserta pengalaman hidup saya dalam mengasuh anak dan menjadi istri. Saya juga akan membagikan ide-ide bermain anak dan resep masakan rumahan. Salam kenal! Terima kasih sudah berkunjung di blog saya.

      Hubungi saya melalui :

Email          : pujilestari2712@gmail.com

IG               : Pujilstrii

Twitter        : Pujilstrii

Facebook    : Puji Lestari


    

Wednesday, January 27, 2021

Rekomendasi Minuman Sehat Untuk Balita

   

Minuman Sehat Untuk Balita
Sumber gambar: www.freepik.com
     
Kebutuhan cairan manusia dapat dipenuhi dari 3 sumber, yakni air putih, minuman, dan makanan. Anak-anak pada umumnya lebih menyukai minum minuman seperti susu, jus, teh, dsb dibandingkan dengan minum air putih. Hal ini sebanding dengan hasil sebuah penelitian di Singapura yang menemukan bahwa lebih dari 50% kebutuhan cairan anak berasal dari minuman. Namun, tahukah Ibu bahwa minuman berkontribusi terhadap total energi yang di konsumsi oleh anak ? Oleh karena itu, konsumsi minuman harus diperhatikan. 


Kenapa sih konsumsi energi anak ini harus diperhatikan? Hal ini dikarenakan konsumsi energi yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan karena kelebihan energi disimpan dalam bentuk lemak. Kegemukan pada anak-anak ini tidak bisa dianggap remeh loh, Bu. Pada masa anak-anak terjadi fase pembentukan jaringan lemak atau yang disebut dengan 
adiposity rebound. Adiposity rebound umumnya terjadi pada usia 6-7 tahun. Jika anak di bawah 5 tahun sudah mengalami kegemukan, yang mana disebut dengan early adiposity rebound, maka anak akan beresiko mengalami kegemukan permanen. Wah, kalau gemuk saat masih anak-anak mungkin masih terlihat lucu, namun bagaimana kalau terus gemuk sampai dewasa ya, Bu?. Tidak hanya itu, anak juga beresiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi, dll. Maka, untuk menghindari hal-hal di atas terjadi, yuk kita simak apa saja kriteria minuman yang sehat untuk anak.

 

Air Tanpa Tambahan Perasa, Bahan Tambahan, maupun Karbonasi


Air Putih
Sumber gambar : www.freepik.com

Air dengan perasa, bahan tambahan, maupun karbonasi tidak dibutuhkan oleh tubuh untuk menghidrasi. Air dengan perasa mengandung gula yang tinggi dan dapat beresiko meningkatkan konsumsi energi anak. Pilihlah air putih sebagai sumber utama untuk menghidrasi anak karena air putih bebas kalori.

 

Susu (Termasuk Susu Kedelai dan Susu Bebas Laktosa)


Susu
Sumber: www.freepik.com


Susu merupakan minuman padat gizi yang baik untuk anak. Susu dapat menjadi sumber berbagai zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan anak seperti kalsium, protein, vitamin D, magnesium, dll. Meski demikian, konsumsi susu dibatasi hanya sebanyak 1 gelas per hari atau sekitar 237 mL karena susu mengandung kalori yang cukup tinggi. Konsumsi susu yang berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi, menghambat penyerapan zat gizi besi, serta dapat mengganggu nafsu makan anak.

Pada anak usia 1-2 tahun disarankan untuk mengkonsumsi susu penuh (full cream). Sedangkan untuk anak usia 2 tahun ke atas disarankan untuk mengkonsumsi susu rendah atau tanpa lemak. Sebab kebutuhan lemak anak usia 2 tahun ke atas sudah tidak sebesar anak usia 1-2th. Komposisi kandungan gizi susu rendah lemak sama dengan susu penuh namun memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit. Sehingga kandungan kalori pada susu rendah atau tanpa lemak juga lebih sedikit.

 

100% Jus


Jus
Sumber: www.freepik.com


100% jus merupakan jus dari buah asli tanpa tambahan gula maupun perasa. Jus mengandung zat gizi yang tinggi seperti vitamin C, vitamin B, serat dll. Kandungan gula pada jus lebih tinggi dibandingkan makan buah utuh. Oleh karena itu, konsumsi jus dibatasi hanya 117-118 mL sehari dan hanya dapat dikonsumsi oleh anak usia 1 tahun ke atas. Konsumsi jus yang berlebihan dapat menyebabkan karies gigi. 

 

Minuman Bebas Kafein


Kopi
Sumber: www.freepik.com



Kafein biasa terdapat pada minuman seperti teh, soda, kopi, soft drinks, dan energy drinks. Konsumsi kafein pada anak dapat mengganggu jam tidur anak. Waktu tidur yang cukup sangat penting bagi anak karena pada saat tidur metabolisme tinggi terjadi. Sehingga jika waktu tidur anak terganggu, maka pertumbuhan dan perkembangan anak juga dapat terganggu. Kafein juga berpengaruh terhadap emosi anak seperti kecemasan dan depresi.

 

Nah, itu tadi kriteria-kriteria minuman yang sehat untuk anak. Perhatikan minuman anak kita agar tumbuh kembangnya bisa lebih optimal ya, mom. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.


Note : Tulisan ini telah dipublikasikan dalam bentuk postingan microblog di IG @askyourdietitian.id