Wednesday, January 27, 2021

Rekomendasi Minuman Sehat Untuk Balita

   

Minuman Sehat Untuk Balita
Sumber gambar: www.freepik.com
     
Kebutuhan cairan manusia dapat dipenuhi dari 3 sumber, yakni air putih, minuman, dan makanan. Anak-anak pada umumnya lebih menyukai minum minuman seperti susu, jus, teh, dsb dibandingkan dengan minum air putih. Hal ini sebanding dengan hasil sebuah penelitian di Singapura yang menemukan bahwa lebih dari 50% kebutuhan cairan anak berasal dari minuman. Namun, tahukah Ibu bahwa minuman berkontribusi terhadap total energi yang di konsumsi oleh anak ? Oleh karena itu, konsumsi minuman harus diperhatikan. 


Kenapa sih konsumsi energi anak ini harus diperhatikan? Hal ini dikarenakan konsumsi energi yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan karena kelebihan energi disimpan dalam bentuk lemak. Kegemukan pada anak-anak ini tidak bisa dianggap remeh loh, Bu. Pada masa anak-anak terjadi fase pembentukan jaringan lemak atau yang disebut dengan 
adiposity rebound. Adiposity rebound umumnya terjadi pada usia 6-7 tahun. Jika anak di bawah 5 tahun sudah mengalami kegemukan, yang mana disebut dengan early adiposity rebound, maka anak akan beresiko mengalami kegemukan permanen. Wah, kalau gemuk saat masih anak-anak mungkin masih terlihat lucu, namun bagaimana kalau terus gemuk sampai dewasa ya, Bu?. Tidak hanya itu, anak juga beresiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi, dll. Maka, untuk menghindari hal-hal di atas terjadi, yuk kita simak apa saja kriteria minuman yang sehat untuk anak.

 

Air Tanpa Tambahan Perasa, Bahan Tambahan, maupun Karbonasi


Air Putih
Sumber gambar : www.freepik.com

Air dengan perasa, bahan tambahan, maupun karbonasi tidak dibutuhkan oleh tubuh untuk menghidrasi. Air dengan perasa mengandung gula yang tinggi dan dapat beresiko meningkatkan konsumsi energi anak. Pilihlah air putih sebagai sumber utama untuk menghidrasi anak karena air putih bebas kalori.

 

Susu (Termasuk Susu Kedelai dan Susu Bebas Laktosa)


Susu
Sumber: www.freepik.com


Susu merupakan minuman padat gizi yang baik untuk anak. Susu dapat menjadi sumber berbagai zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan anak seperti kalsium, protein, vitamin D, magnesium, dll. Meski demikian, konsumsi susu dibatasi hanya sebanyak 1 gelas per hari atau sekitar 237 mL karena susu mengandung kalori yang cukup tinggi. Konsumsi susu yang berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi, menghambat penyerapan zat gizi besi, serta dapat mengganggu nafsu makan anak.

Pada anak usia 1-2 tahun disarankan untuk mengkonsumsi susu penuh (full cream). Sedangkan untuk anak usia 2 tahun ke atas disarankan untuk mengkonsumsi susu rendah atau tanpa lemak. Sebab kebutuhan lemak anak usia 2 tahun ke atas sudah tidak sebesar anak usia 1-2th. Komposisi kandungan gizi susu rendah lemak sama dengan susu penuh namun memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit. Sehingga kandungan kalori pada susu rendah atau tanpa lemak juga lebih sedikit.

 

100% Jus


Jus
Sumber: www.freepik.com


100% jus merupakan jus dari buah asli tanpa tambahan gula maupun perasa. Jus mengandung zat gizi yang tinggi seperti vitamin C, vitamin B, serat dll. Kandungan gula pada jus lebih tinggi dibandingkan makan buah utuh. Oleh karena itu, konsumsi jus dibatasi hanya 117-118 mL sehari dan hanya dapat dikonsumsi oleh anak usia 1 tahun ke atas. Konsumsi jus yang berlebihan dapat menyebabkan karies gigi. 

 

Minuman Bebas Kafein


Kopi
Sumber: www.freepik.com



Kafein biasa terdapat pada minuman seperti teh, soda, kopi, soft drinks, dan energy drinks. Konsumsi kafein pada anak dapat mengganggu jam tidur anak. Waktu tidur yang cukup sangat penting bagi anak karena pada saat tidur metabolisme tinggi terjadi. Sehingga jika waktu tidur anak terganggu, maka pertumbuhan dan perkembangan anak juga dapat terganggu. Kafein juga berpengaruh terhadap emosi anak seperti kecemasan dan depresi.

 

Nah, itu tadi kriteria-kriteria minuman yang sehat untuk anak. Perhatikan minuman anak kita agar tumbuh kembangnya bisa lebih optimal ya, mom. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.


Note : Tulisan ini telah dipublikasikan dalam bentuk postingan microblog di IG @askyourdietitian.id

Referensi :

  1. Goh DYT, Jacob A. Childrens's Consumption of Beverages in Singapore: Knowledge, Attitude, Practice. J Paediatr Child Health. 2011;47(7): 465-72
  2. U.S. Department of Health and Human Service. U.S. Department of Agriculture. 2015-2020 Dietary Guidelines for Americans. December 2015
  3. CDC. Increasing Access to Drinking Water and Other Healthier Beverages In Early Care and Education Settings. 2014
  4. Institute of Medicine (IOM). Nutrition Standards for Foods in School: Leading The Way Toward Healthier Youth. 2007
  5. Torres-Ugalde YC, ROmero-Palencia A, Román Gutiéres AD, Ojeda-Ramíres D, Guzmán-Saldaña RME. Caffeince Consumption in Children: Innocous or Deleterious? A Systematic Review. Int J Environ Res Public Health. 2020;17(7):2489. Published 2020 Apr 5. doi:10.3390/ijerph17072489
  6. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas.page/33/tiga-periode-kritis-dalam-perkembangan-jaringan-lemak-di-tubuh-bagian-kedua-periode-adiposity-rebound.

0 comments:

Post a Comment